RollOgrady

Pinjaman dan Keuangan

Hutang

Semua orang ingin memiliki kehidupan yang bahagia dan nyaman, satu diantaranya adalah terbebas dari yang namanya hutang. Sebagian orang tidak mau terbebani dengan hutang, walau realita kehidupan menunjukan hal berbeda. Tapi, banyak juga orang-orang yang tidak dapat menghindar dari yang disebut utang.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan, sebetulnya seseorang boleh berhutang atau tidak jika dilihat dari sudut pandang keilmuan finansial? Meski ternyata hal tersebut di diperbolehkan, tentu jumlah utang yang ideal itu berapa? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering hinggap di kepala kita, tidak terkecuali bagi anak-anak millenials yang baru mau melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Jika berbicara mengenai utang, ahli keuangan kompak menyatakan jika hutang boleh dilakukan asal mengetahui batasan. Melakukan utang tentu tidak dilarang, namun kamu harus bijak dalam prosesnya sebab hal ini menyangkut soal pengelolaan finansial yang sehat agar tidak menimbulkan resiko buruk dikemudian hari.

Mengelola uang dengan baik sangat penting supaya kesehatan finansial dapat stabil dan seluruh kebutuhan pokok dapat terpenuhi. Melakukan utang memang menjadi salah satu solusi masalah keuangan, namun tidak bisa kita pungkiri juga bahwa hutang dapat menimbulkan resiko finansial ketika seseorang mengalami kredit macet atau gagal membayar cicilan.

Bagai pisau bermata dua, sebuah utang akan bermanfaat untuk orang-orang yang cerdas mengalokasikannya dan menyesuaikan dengan benar kebutuhan utama yang harus diupayakan, tapi akan menjadi celaka apabila seseorang tidak bisa memanfaatkan dengan baik atau cenderung ceroboh dalam memanfaatkan uang pinjaman. Maka dari itu terdapat dua prinsip dasar yang harus kamu perhatikan tentang hutang.

  • Pertama, Pada dasarnya keperluan orang berhutang bukanlah untuk dialokasikan pada kegiatan yang sifatnya konsumtif, sejatinya hutang akan sangat bermanfaat apabila sifatnya produktif serta mempunyai nilai investasi.
  • Kedua, Menyesuaikan dengan kemampuan keuangan pribadi. Jangan sampai karena adanya utang justru menghambat kamu dalam memenuhi kebutuhan pokok khususnya kebutuhan bulanan.

Jika berpegang oleh prinsip di atas, maka rasio besaran utang yang ideal  yaitu total angsuran setiap bulannya jangan lebih dari sepertiga dari pendapatan bersih kamu per bulan. Selain itu, untuk meminimalisir kemungkinan kredit macet, batasan tersebut supaya kamu masih tetap bisa memenuhi kebutuhan bulan yang wajib dipenuhi sekitar dua pertiga pendapatan per bulan.

Porsi ideal utang tersebut tentu sangat sejalan oleh strategi alokasi ideal penghasilan yaitu 50-30-10-10. Detailnya adalah 50% untuk biaya kebutuhan pokok bulanan, mulai dari listrik, air dan lain-lain. 30% untuk anggaran cicilan, bisa untuk rumah, mobil atau bank dan pinjaman lainnya, 10% sebagai tabungan, dan 10% nya lagi untuk disiapkan sebagai dana darurat.

 Jenis Utang Sehat Serta Layak untuk Dilakukan

1. Berhutang untuk Membeli Aset

Membeli sebuah aset secara tunai biasanya termasuk hal yang cukup sulit dilakukan, khususnya untuk sebuah aset yang mahal. Rumah merupakan salah satu bentuk aset yang sangat penting dan harus menjadi prioritas.

Baik untuk dijadikan hunian sendiri atau sebagai sebuah investasi yang dapat melahirkan sumber penghasilan lagi. Namun, perlu diingat bahwa membeli aset seperti lumah bukanlah perkara mudah karena harganya terbilang tinggi bagi kantong masyarakat pada umumnya.

2. Berhutang untuk Mengembangkan Usaha

Sebuah usaha merupakan sumber pendapatan bagi siapapun. Apabila kamu termasuk orang yang sedang menjalankan usaha seperti itu, maka kamu pasti memahami sekali seberapa pentingnya sebuah modal dalam usaha. Dengan memiliki modal yang cukup, biasanya akan memudahkan seorang pebisnis untuk mengembangkan usahanya lebih besar lagi.

3. Membeli Aset yang Masa Kegunaannya Lebih dari Lima Tahun

Walaupun sifatnya konsumtif, utang yang dilakukan bisa saja termasuk golongan sehat dan masih dalam batas wajar. Membeli berbagai macam aset konsumsi untuk masa pakai diatas 5 tahun, kamu tetap melakukannya dengan beberapa pertimbangan.

Biasanya hal tersebut dilakukan untuk benda atau produk yang diperlukan setiap hari, contohnya memperbaiki kulkas memperbaiki mesin cuci, membeli produk elektronik yang dibutuhkan, dan lain sebagainya.

4. Jumlah Angsuran Tidak Lebih dari 30% Pendapatan

Besaran cicilan wajib kamu sesuaikan dengan kondisi keuangan kamu, supaya nantinya proses pinjaman dan pengembalian utang tidak mengalami masalah berarti. Sebesar apapun jumlah pendapatan kamu, idealnya angsuran utang jangan sampai lebih dari 30% pendapatan kamu perbulan. Jumlah tersebut bisa memastikan bahwa kamu mampu dalam proses melakukan cicilan perbulan.

5. Jangan Berhutang untuk Sekedar Gaya Hidup

Memiliki gaya hidup mewah tapi tidak sesuai oleh kemampuan yang dimiliki adalah hal yang tidak baik untuk keuangan kamu.  Hal tersebut tidak hanya membuat kamu membelanjakan seluruh pendapatan, tapi juga membuat kamu menjadi lebih banyak utang dimana-mana. Melakukan pinjaman agar bisa memenuhi gairah dan gaya hidup merupakan kebiasaan yang tidak sehat.