RollOgrady

Pinjaman dan Keuangan

Peer to Peer vs Crowdfunding

Biasanya pengusaha atau pelaku bisnis dituntut agar mempunyai banyak macam ide kreatif dan cemerlang. Dengan adanya ide-ide tersebut nantinya akan menjadi awal yang bagus dalam hal untuk memulai mengembangkan sebuah bisnis, dan hal ini sangat menentukan apakah ide-ide yang ada bisa menjadikan bisnis layak dijalankan atau tidak.

Akan tetapi, dalam mengembangkan sebuah bisnis pastinya kamu tidak cukup jika hanya bertumpu pada ide saja. Karena dalam menjalankan sebuah usaha kamu memerlukan beberapa komponen lan yang harus dilengkapi yang juga tidak kalah pentingnya untuk bisa mendukung perkembangan sebuah bisnis. Satu diantaranya adalah memiliki modal bisnis yang nantinya akan kamu gunakan.

Agar bisa memperoleh modal bisnis, pastinya hal ini bukan urusan yang gampang, mengingat modal yang kamu butuhkan bisa jadi harus dalam jumlah yang sangat besar, dan parahnya lagi akan semakin berat jika ternyata kamu pun belum dapat memenuhi semua syarat untuk bisa mengajukan pinjaman dana ke bank yang dituju.

Kondisi seperti sangat umum terjadi apalagi bagi kamu yang sebagai pemula atau baru akan merintis suatu bisnis pertama kalinya. Sungguh bukan sesuatu yang mudah agar dapat memperoleh sejumlah uang pinjaman.

Tapi, keberadaan dari fintech atau financial technology dapat menjawab kebingungan banyak orang ketika ingin memperoleh pembiayaan dalam bentuk pinjaman dana akhir-akhir ini. Datang dalam kemasan yang modern serta simple membuat sistem layanan fintech banyak digemari dan semakin populer hingga saat ini.

Di Indonesia terdapat dua sistemĀ  yang tergolong baru da diperkenalkan melalui fintech, yaitu P2P atau Peer-to-Peer serta Crowdfunding. Untuk kedua sistem tersebut memang terkesan mempunyai persamaan diantara keduanya. Jika kamu teliti lebih dalam, kedua sistem ini mempunyai perbedaan lumayan signifikan.

1. P2P Lending

P2P atau Peer to Peer adalah sebuah platform atau sistem yang mempertemukan seseorang atau sebuah perusahaan pemberi pinjaman dengan peminjam dana. Pada sistem P2P, dana yang dipinjam nantinya juga akan dikenakan beban bunga untuk setiap bulan dan bersaing oleh suku bunga KTA (Kredit Tanpa Agunan).

Pada prosesnya, aktivitas pinjaman dan meminjam pada P2P sendiri dilakukan melalui sistem online. Si pemberi pinjaman dana serta peminjam tidak perlu bertemu. Sementara itu, kamu dapat memperoleh pinjaman uang tanpa harus memberikan jaminan atau biasa disebut tanpa agunan. Sesudah pengajuan pinjaman dana disetujui, kamu akan terikat ke dalam perjanjian tentang kewajiban terhadap si pemberi pinjaman dana.

2. Crowdfunding

Beda halnya dengan sistem layanan pinjaman lain, pada crowdfunding atau berupa urun dana, kamu justru memperoleh sejumlah uang dalam bentuk sebuah donasi. Agak mirip dengan sistem P2P, namun crowdfunding ini akan melibatkan sebanyak tiga pihak yakni pemberi dana, pemilik proyek serta penyedia layanan atau platform.

Kamu hanya perlu untuk menceritakan ide usaha kamu serta berbagai peluang usaha tersebut nantinya, dan seberapa besar prospek pada bisnis tersebut berkembang. Apabila ada yang merasa tertarik dengan rencana bisnis kamu, si pemberi dana nantinya akan berbondong-bondong dengan cara patungan memberi uang untuk bisnis kamu supaya bisa berjalan sebagaimana yang diinginkan. Namun, selain ini sistem P2P juga sering digunakan sebagai wadah penggalangan dana yang bertujuan sebagai aktivitas sosial lainnya.

Jadi, pada crowdfunding sendiri, kamu setidaknya wajib sebagus mungkin ketika menyampaikan rencana atau cerita tentang proyek yang akan kamu jalankan. Apabila si pemberi dana merasa tertarik dan juga senang oleh cerita yang kamu sampaikan, berkemungkinan bahwa kamu akan memperoleh suntikan dana dari mereka atas proyek yang akan dikerjakan.

Perbedaan Crowdfunding dan P2P Lending

Sebenarnya P2P lending sama seperti utang, sementara Crowdfunding lebih cenderung ke sebuah donasi atau sumbangan. Persamaannya, uang yang diperoleh melalui online atau dari penyedia layanan platform online. Untuk perbedaan lain antara Crowdfunding serta P2P lending, yakni :

Pada P2P, kamu akan menghadapi perjanjian tertulis yang menyangkut sejumlah uang yang akan kamu pinjam dari si pemberi pinjaman serta kewajiban dalam pengembaliannya. Kondisi tersebut juga menuntut kamu untuk memberi informasi dengan rinci mengenai usaha tersebut sesuai dengan kesepakatan. Lain halnya dengan Crowdfunding yang tidak membutuhkan perjanjian tertulis sebab memiliki sifat sukarela.

Sistem crowdfunding memerlukan kemampuan kamu dalam menceritakan ide proyek dengan maksimal lewat penyedia layanan platform supaya banyak yang merasa tertarik dan memberikan dana. Sementara sistem P2P tidak memiliki syarat tersebut.

Walaupun begitu, kedua sistem tersebut bisa menjadi sebuah sumber modal usaha bagi bisnis kamu, namun penting bagi kamu untuk memikirkan ketika akan memilih satu diantara dua sistem yang ada, dan kamu bisa menyesuaikan bisnis yang sedang kamu kerjakan dan melihat perkembangan bisnis tersebut dari saat ini sampai masa berikutnya. Jika dipikir secara bijak, pastinya modal yang kamu peroleh bisa menghasilkan dampak yang bagus untuk perjalanan bisnis kamu.