RollOgrady

Pinjaman dan Keuangan

Hutang piutang sering terjadi dalam urusan pribadi atau bisnis, karena tindakan itu untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang diinginkan. Namun, dalam prakteknya banyak masyarakat yang belum terlalu memahami mengenai pentingnya perjanjian antara keduanya agar tidak terjadi permasalahan kemudian hari nantinya. 

Salah satunya yang penting untuk diperhatikan adalah surat perjanjian hutang piutang, karena memiliki banyak peranan yang begitu penting. Apabila ada perjanjian bersama, maka kedua belah pihak tidak merasa dirugikan. Nah, pada kesempatan kali ini kami mencoba untuk membahas mengenai pentingnya surat hutang piutang dan fungsinya, yuk kita bahas. 

Apa Itu Surat Hutang Piutang?

Pada dasarnya surat hutang piutang merupakan bukti tertulis yang telah disepakati dengan mencakup berbagai informasi yang ada. Termasuk dalam hal ini informasi hutang dan jumlah pinjaman yang telah disepakati. Semuanya diisi secara lengkap, baik itu alamat kedua pihak, batas waktu terkait peminjaman, dan sanksi apabila terlambat membayar. 

Dengan kata lain, surat hutang piutang ini untuk memberikan legalitas yang sah baik peminjam dan pemberi pinjaman. Sehingga nantinya tidak terjadi konflik dan bisa tercatat dalam hukum perdata, karena telah disetujui bersama-sama. Tanpa adanya surat tersebut nantinya akan berdampak pada berbagai permasalahan, tentunya harus diantisipasi. 

Apabila Anda hendak untuk melakukan pinjaman atau memberikan pinjaman kedepan, maka penting sekali untuk memperhatikan surat perjanjian yang berlaku bersama-sama. Hal ini menjadi aspek yang penting untuk dipertimbangkan agar tidak mengalami berbagai permasalahan yang akan terjadi, termasuk tindakan yang saling merugikan. 

Kenapa Pentingnya Memiliki Surat Perjanjian Hutang?

Ada beberapa kebutuhan yang penting untuk diperhatikan ketika memiliki surat perjanjian hutang piutang, simak penjelasan lengkapnya. 

1. Ada Kejelasan

Jika Anda tidak mempunyai surat hutang piutang, kedudukan yang berlaku tidak jelas dan sering terjadi permasalahan yang merugikan. Dengan adanya surat perjanjian tersebut membuat kedua belah pihak yang ada bisa memenuhi hak dan kewajibannya bersama-sama untuk menghindari konflik atau permasalahan yang ada. 

Dengan begitu, pemberi pinjaman akan merasa aman dikarenakan uang yang dipinjamkan itu akan kembali dan peminjam akan lebih paham mengenai waktu pelunasannya. Oleh karena itu, ketika hendak melakukan proses pinjam meminjam pentingnya adanya surat perjanjian. 

2. Menghindari Konflik 

Apabila Anda sembarangan dalam memberikan pinjaman dan hanya sebatas kepercayaan satu sama lainnya saja akan ada permasalahan yang akan terjadi. Karena, kedepannya kita tidak pernah tahu mengenai nasib seseorang dan tidak bisa sepenuhnya bisa mempercayainya. Apalagi hal-hal yang berkaitan dengan uang. 

Untuk itulah, pembuatan surat perjanjian hutang tersebut supaya menghindari konflik yang akan terjadi antara keduanya. Dengan kata lain, apabila ada permasalahan bisa dibawa ke ranah hukum, sebab kedudukannya jelas. 

Fungsi dan Tujuan Pembuatan Surat Perjanjian Hutang 

1. Validasi Data 

Hal pertama kali dengan adanya surat perjanjian tersebut membuat kedua belah pihak yang berkaitan itu bisa mengenal secara jelas. Dalam tahap ini terkait data yang ada harus dikonfirmasi dan validasi bersama-sama. Karena, dalam surat perjanjian informasi yang berkaitan nama lengkap, KTP, no telepon, dan sebagainya diisi secara lengkap. 

Tindakan ini dilakukan untuk menghindari berbagai permasalahan yang akan terjadi, termasuk peminjam yang tidak bertanggung jawab dalam melunasinya. Oleh karena itu, biasanya dalam surat perjanjian diberikan informasi lengkap dan pendukung guna penyelesaian permasalahan yang akan terjadi nantinya. 

2. Penjelasan Informasi Lebih Lengkap 

Sebelumnya memang diminta untuk validasi data diri antara pemberi pinjaman dan peminjam, selanjutnya akan ada penjelasan lengkap mengenai informasi nominal pinjaman yang ada. Hal ini berkaitan langsung dengan nominal yang ada, sehingga jika ada permasalahan terkait detail pinjaman, surat perjanjian bisa menjadi acuan mengenai jumlahnya tersebut. 

3. Bukti Kesepakatan Bersama 

Dengan kata lain, surat perjanjian juga bertujuan untuk memberikan bukti mengikat antara keduanya, sehingga apabila keduanya ada salah satu yang meninggal bisa menunjukkan bukti surat perjanjian tersebut dan bisa dialihkan ke ahli waris yang ada. Untuk itulah, hutang piutang itu harus jelas dan tidak bisa dianggap sepele, apalagi nominal yang dikeluarkan cukup besar. 

4. Menghindari Terjadinya Tindakan Tidak Diinginkan 

Ada banyak kasus yang terjadi di masyarakat terkait permasalahan hutang piutang, karena tidak ada perjanjian yang jelas antara keduanya. Bahkan, perkara hutang bisa berdampak pada kematian dan konflik yang berkepanjangan. Hal ini harus dihindari dan jangan sampai terjadi, sehingga benar-benar harus memperhatikannya. 

Surat perjanjian ini dapat menghindarinya dan menjadi dasar hukum yang jelas, karena didasari oleh materai dan tidak sembarangan. Apabila ada permasalahan bisa dilakukan secara musyawarah dan langkah hukum. 

 

Nah, itulah penjelasan lengkap terkait surat perjanjian hutang piutang. Semoga beberapa penjelasan diatas dapat menjadi acuan ketika hendak melakukan hutang piutang agar tidak merugikan satu sama lainnya.