RollOgrady

Pinjaman dan Keuangan

Cara Klaim Asuransi Jasa Raharja bila jadi Korban Kecelakaan

Kecelakaan bisa terjadi kepada siapa saja dan dimana saja. Untuk negara kita ini, permasalahan kecelakaan masih sering terjadi. Salah satu hal yang memicu banyaknya kecelakaan adalah padatnya arus lalu lintas di negara kita.

Namun kecelakaan juga tidak mengenal moda transportasi mana yang dipakai. Mulai dari transportasi pribadi, angkutan umum udara, laut, darat, bahkan kereta api pun tidak luput dari naasnya kecelakaan.

Dengan banyaknya masyarakat kita yang belum mempunyai asuransi, pemerintahpun mempunyai program asuransi yang saat ini dikelola oleh PT. Jasa Raharja dan  dapat diklaim oleh setiap pengguna jalan dan pengguna transportasi umum ataupun pribadi.

Namun yang perlu diingat. Bahwa tidak semua kecelakaan lalin dapat ditanggung oleh asuransi PT. Jasa Raharja. Berikut yang berhak menerima santunan asuransi, yaitu :

  1. Kecelakaan melalui moda transportasi umum yang diakibatkan oleh transportasi umum itu sendiri,
  • Bagi korban yang mengalami kecelakaan melalui angkutan umum (contoh : bus) yang sedang menyeberangi laut dan menggunakan kapal feri, maka PT. Jasa Raharja akan memberikan asuransi ganda,
  • Bagi korban yang jenazahnya tidak dapat diketemukan, maka penyelesaian asuransi atau santunan akan didasarkan oleh Putusan PN (Pengadilan Negeri.
  1. Korban yang disebabkan oleh dari menggunakan angkutan lalin di jalan, yang mana korban tengah berada di jalan dan dibonceng menggunakan sepeda motor dan kemudian ditabrak. Maka korban yang dibonceng yang berhak mendapatkan santunan,

Sedangkan untuk korban kecelakaan yang tidak akan mendapatkan asuransi dari PT. Jasa Raharja adalah :

  1. Korban yang terbukti sedang atau telah melakukan tindak kejahatan,
  2. Korban yang disebabkan oleh bencana alam,
  3. Korban yang disebabkan oleh perlombaan balap motor atau mobil.

Setelah mengetahui siapa yang boleh dan tidak boleh mendapatkan asuransi dari PT. Jasa Raharja, mari kita tentang bagaimana cara klaim asuransi ke PT. Jasa Raharja. Berikut penjelasan dan apa saja syarat yang perlu kamu persiapkan. Simak baik baik ya!

Cara klaim asuransi Jasa Raharja

Yang perlu kamu persiapkan, diantaranya :

Membawa SKK (Surat Keterangan Kecelakaan)

Yang pertama adalah dengan membuat SKK. SKK ini dapat anda minta ke Unit Lakalantas di daerah korban mengalami kecelakaan. Selain melalui lakalantas, kamu juga dapat meminta melalui instansi serupa yang telah memiliki wewenang untuk menerbitkan SKK, seperti PT. KAI (Kereta Api Indonesia) ataupun Syah Bandar (untuk korban kapal laut),

SKK (Surat Keterangan Kesehatan ataupun Kematian)

Kamu perlu membuat SK. Kesehatan atau SK. Kematian di Rumah Sakit setempat.

Identitas pribadi korban (Fotokopi dan asli)

Bawa identitas pribadi korban seperti :

  • KK (Kartu Keluarga),
  • e-KTP (Kartu Elektronik Tanda Kependudukan),
  • Surat Nikah (Jika ada).

Mengisi formulir, yang diantaranya :

  • Form. Pengajuan santunan,
  • Form. Keterangan singkat kecelakaan,
  • Form. Kesehatan korban,
  • Ket. Ahli waris jika korban kecelakaan telah meninggal dunia.

Formulir dapat anda minta di kantor PT. Jasa Raharja.

Dokumen tambahan yang wajib kamu lampirkan jika korban :

  1.  Korban yang luka-luka dan mendapatkan perawatan,
  • Laporan polisi yang berupa sketsa TKP (Tempat Kejadian Perkara) atau laporan mengenai kecelakaan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang lainnya,
  • Kwitansi atau invoice biaya perawatan dan obat-obat yang sah dan asli yang telah dikeluarkan langsung oleh pihak Rumah Sakit,
  • Surat kuasa (bila dikuasakan) dari korban untuk penerima asuransi yang telah dilengkapi oleh Fotokopi KTP korban,
  • Fotokopi surat yang berupa surat rujukan jika korban dipindahkan ke Rumah Sakit yang lain.
  1. Korban luka hingga mengalami cacat fisik,
  • Laporan polisi yang berupa sketsa TKP (Tempat Kejadian Perkara) atau laporan mengenai kecelakaan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang lainnya,
  • Surat keterangan cacat yang dikeluarkan langsung oleh dokter yang telah merawat korban,
  • Foto seluruh badan yang menunjukan jika benar mengalami cacat permanen.
  1. Korban luka yang hingga kemudian meninggal dunia,
  • Laporan polisi yang berupa sketsa TKP (Tempat Kejadian Perkara) atau laporan mengenai kecelakaan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang lainnya,
  • Surat kematian yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit atau dari kelurahan jikamana korban tidak dibawa ke Rumah Sakit,
  • Fotokopi e-ktp ahli waris dan korban,
  • Fotokopi akta kenal lahir atau akta kelahiran bagi korban yang single atau belum pernah menikah.
  • Kwitansi atau nota pembayaran yang sah dan asli mengenai biaya obat-obatan dan perawatan,
  • FC surat rujukan jika korban dipindahkan ke Rumah Sakit lainnya.
  1. Korban meninggal dunia di tempat atau TKP (Tempat Kejadian Perkara),
  • Laporan polisi yang berupa sketsa TKP (Tempat Kejadian Perkara) atau laporan mengenai kecelakaan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang lainnya,
  • Surat kematian yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit atau dari kelurahan jikamana korban tidak dibawa ke Rumah Sakit,
  • Fotokopi e-ktp ahli waris dan korban,
  • Fotokopi akta kenal lahir atau akta kelahiran bagi korban yang single atau belum pernah menikah.

Jika data-data tersebut telah lengkap, dapat kamu serahkan kepada petugas dengan sebelumnya melampirkan dokumen-dokumen pendukung. Dan hanya menunggu untuk proses pencairannya.