RollOgrady

Pinjaman dan Keuangan

Mengajukan pinjaman dana di lembaga keuangan sampai saat ini menjadi menjadi alternatif yang lumayan banyak dipilih oleh masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan yang mendesak, dan bahkan seiring dari berkembangnya teknologi, proses melakukan pinjaman sekarang ini sudah jauh lebih praktis dan mudah.

Salah satu bentuk pinjaman yang sekarang ini sering dijadikan pilihan untuk memperoleh dana cepat yakni KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Untuk kamu yang masih asing dengan istilah tersebut, KTA merupakan bentuk pinjaman dari perusahaan bank yang dapat dikatakan sangat populer di telinga masyarakat.

Dengan dihilangkannya persyaratan agunan, masyarakat dapat memperoleh pinjaman di bank dengan lebih mudah dan cepat. Dengan banyaknya berbagai lembaga keuangan yang menyediakan produk pinjaman ini, tidak sedikit orang-orang yang memanfaatkannya untuk digunakan membeli kendaraan dan keperluan lainnya.

KTA bisa menjadi solusi untuk seseorang yang mau membeli mobil tapi dari dana hasil pinjaman. Maka dari itu, baik KTA atau bentuk pinjaman lainnya, ada hal-hal yang perlu kamu pikirkan dan pahami lebih dalam sebelum menentukan keputusan. Berikut cara bijak menentukan pinjaman sebelum membeli mobil, antara lain:

1.       Mencermati Segala Persyaratan dan Ketentuan

Anda harus memahami dengan teliti soal syarat dan juga ketentuan dalam mengajukan pinjaman. Hal ini penting diterapkan supaya tidak ada kesalahpahaman mengenai sistem atau akad pinjam meminjam yang dilakukan. Apalagi setiap penyedia layanan pinjaman tentu mempunyai kebijakan dan ketentuan yang bervariasi.

Bukan hanya itu saja, kamu juga harus mempelajari tentang mekanisme KTA, misalnya perhitungan bunga, jangka waktu serta jumlah angsuran. Ada atau tidaknya administrasi tambahan dan kebijakan lainnya pun harus kamu cari tahu dahulu sebelum memutuskan melanjutkan upaya pengajuan. Kamu juga bisa menanyakan semua hal yang sekiranya masih belum dipahami sampai sedetail mungkin supaya terhindar dari berbagai macam risiko yang merugikan di kemudian hari.

2.       Pastikan Penggunaan Dana Pinjaman untuk Tujuan yang Jelas

Meskipun mempunyai persyaratan yang mudah, akan tetapi dana pinjaman tidak begitu disarankan untuk digunakan ke berbagai kebutuhan yang tidak begitu penting, khususnya yang bersifat konsumtif, seperti liburan yang dirasa tidak begitu perlu, membeli pakaian branded, atau membeli mobil baru yang fungsinya masih sama dengan mobil yang lama.

Sekalipun kamu ingin meminjam uang untuk keperluan membeli mobil tentu sah-sah saja, karena kebutuhan setiap rumah tangga beda-beda, apalagi dengan adanya kendaraan pribadi justru bisa menghemat uang ongkos dari setiap anggota keluarga, entah pergi ke pasar, mengantar anak sekolah, hingga menunjang berbagai aktivitas produktif lainnya.

Akan semakin bagus lagi, apabila mobil tersebut justru dijadikan alat untuk menghasilkan cuan. Entah untuk dirental, disewakan, dijadikan travel antar kota atau menjadi taksi seperti Grabcar dan Gocar. Jadi, bila tujuannya jelas maka sah-sah saja bila kamu meminjam uang.

3.       Ketahui Kondisi Finansial Saat Ini dan Nanti

Bagaimanapun, angsuran utang akan menjadi hal yang wajib kamu bayar setiap bulan. Jangan sampai dengan adanya beban cicilan yang terlalu tinggi, kamu justru terpaksa mengambil uang dari pos pengeluaran lain atau mengorbankan jatah kebutuhan lainnya. Untuk batas idealnya, pastikan nilai atau jumlah cicilan utang kamu tidak lebih besar dari 30 persen dari total penghasilan kamu selama satu bulan.

4.       Mengajukan Jumlah Pinjaman Seperlunya

Dengan kemudahan yang ditawarkan lembaga pinjaman tidak berarti jadi kesempatan untuk kamu meminjam dana semaumu tanpa berpikir panjang kedepan. Selain karena bisa menciptakan beban angsuran semakin berat, kondisi ini juga bisa memicu pola hidup konsumtif. Maka dari itu, rincikan secara detail semua kebutuhan dan pinjamlah dana seperlunya saja.

5.       Bandingkan Berbagai Layanan Sekaligus

Di setiap lembaga penyedia pinjaman tentu mereka mempunyai kebijakannya masing-masing, baik itu biaya, beban bunga, tenor, biaya provisi, biaya asuransi dan masih banyak lagi. Pastinya, semakin kecil beban bunga serta biaya maka beban pinjamanmu pun akan semakin ringan. Maka dari itu, pastikan untuk kamu membandingkan dari berbagai jenis penyedia layanan pinjaman supaya dapat memilih layanan terbaik dan paling cocok bagi kebutuhan serta tujuan kamu.

6.       Disiplin Membayar Angsuran

Disiplin dalam membayar angsuran menjadi bagian penting supaya terhindari dari berbagai resiko terburuk. Dengan disiplin membayar angsuran dan tepat waktu, kamu pun tidak akan terkena denda yang dapat membuat utang semakin berat serta arus keuangan menjadi berantakan.

7.       Upayakan Melunasi Pinjaman Secepatnya

Tak ada satupun orang yang betah mempunyai utang berlarut-larut. Ketika mempunyai hutang, kamu bukan hanya merasakan ada beban keuangan, tapi juga gangguan psikologis. Bila terus dibiarkan, bukan tak mungkin utang akan selalu menjadi beban pikiran dan berujung stress. Maka dari itu, segera lunasi hutang secepat mungkin.