RollOgrady

Pinjaman dan Keuangan

freelancer

Mengelola keuangan pastinya menjadi keharusan untuk seluruh orang. Namun, jika Anda memilih untuk menjadi freelancer, secara tidak langsung Anda harus menyadari bahwa diri Anda harus semakin pintar dalam hal mengelola keuangan yang didapat.

Dengan berprofesi sebagai freelancer, Anda tidak akan memperoleh tunjangan seperti asuransi kesehatan, tunjangan pensiun dan tunjangan hari raya. Dimana pengeluaran akan selalu ada namun pemasukan masuk tidak stabil membuat Anda harus bisa mengatur penghasilan yang diperoleh, membuat prioritas pengeluaran, mencatat seluruh pengeluaran serta mempunyai buku catatan keuangan jangka pendek sampai jangka panjang.

Hal yang begitu diwajibkan bagi para freelancer yaitu kemampuan dalam mengelola keuangan yang bijak supaya semua kebutuhan bisa terpenuhi meski dalam kondisi pendapatan yang sama sekali tidak menentu. Berikut ini beberapa tips menjaga keuangan untuk Anda yang merupakan freelancer.

1. Menyusun dan Mengikuti Daftar Belanja

Memiliki pendapatan yang tidak stabil, menyusun dan mengikuti list belanja dapat menjadi salah satu opsi terbaik untuk mengatur keuangan Anda seorang freelancer.

Sebab bisa dikatakan tidak ada dalam dua bulan beruntun pendapatan freelancer bisa sama, maka dari itu bandingkan pengeluaran biaya rata-rata dengan penghasilan rata-rata lalu tetapkan anggaran paling logis dan realistis.

2. Kontrol Pengeluaran

Begitu banyak cara yang dapat Anda lakukan agar bisa mengontrol pengeluaran, contohnya lebih memilih naik sepeda dibanding mengendarai mobil/motor, tidak keseringan nonton, jajan diluar, usahakan belanja ketika ada diskon, melakukan liburan hanya sekali dalam beberapa bulan, tidak menggunakan TV kabel dan tidak berlangganan Netflix dan sejenisnya.

Review kembali daftar belanja Anda sebelumnya kemudian cari beberapa list yang sekiranya dapat Anda kurangi atau bahkan dihilangkan. Ambil skala prioritas tertinggi yang benar-benar Anda butuhkan.

3. Selalu Tetapkan Anggaran

Menetapkan anggaran untuk seluruh kebutuhan Anda tentu akan memberi sebuah kestabilan finansial ketika berprofesi sebagai seorang freelancer tulen yang mana pendapatannya bisa dikatakan tidak menentu, kadang besar, kadang kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.

Maka dari itu, susunlah anggaran yang sesuai untuk keperluan belanja kebutuhan pokok setiap bulannya, anggaran untuk jajan, anggaran untuk nongkrong dan lain sebagainya. Upayakan untuk tidak mengeluarkan uang diluar dari anggaran telah Anda tentukan sendiri.

4. Prioritaskan Diri

Bagian ini merupakan yang paling disarankan oleh para master finansial untuk seorang freelancer. Anda harus memastikan bahwa telah memenuhi seluruh kebutuhan Anda dahulu sebelum mengeluarkan dana untuk mentraktir keluarga, pacar dan teman-teman.

5. Menyiapkan Dana Darurat

Menjadi seorang freelancer, penghasilan Anda terus mengalami yang namanya pasang surut. Agar bisa menyiasati kondisi tersebut, Anda sudah harus menyiapkan dana darurat dari sekarang juga. Dana darurat bisa digunakan untuk kebutuhan yang mendadak atau tidak terduga, contohnya biaya pengobatan di rumah sakit, memperbaiki kendaraan, handphone dan lain sebagainya.

Dengan memiliki pendapatan  sebagai seorang freelancer tidak bisa ditebak, maka dana darurat bisa menghindarkan Anda dari yang namanya hutang.

6. Bekerja Secara Teratur

Sebaiknya aturlah waktu atau jam kerja sesuai yang dilakukan oleh karyawan kantor pada umumnya, seperti itu juga untuk hari libur. Cobalah untuk profesional walaupun Anda berprofesi sebagai freelancer. Jangan bermalas-malasan serta menunda-nunda pekerjaan. Dengan begitu gaji yang Anda dapatkan juga bisa lebih teratur.

7. Gunakan Dua Rekening

Apabila Anda merupakan seorang wirausahawan, pisahkanlah uang pribadi dengan uang usaha. Mempunyai dua rekening berbeda akan membantu Anda lebih mudah ketika mengelola keuangan. Kemungkinan penggunaan uang usaha bisa terhindarkan.

8. Investasikan

Melakukan investasi jangan berupa tabungan uang yang bisa menggoda Anda kapan saja dan langsung mencairkannya. Bentuk investasi yang bisa Anda pilih dapat disesuaikan dengan nominal penghasilan yang diperoleh.

Anda dapat memulai investasi kecil berupa deposito, emas, saham, reksa dana hingga yang paling besar yakni properti.

Kemudian pilihlah bentuk investasi dengan bijak, memikirkannya dengan sangat matang, jangan mudah terpengaruh oleh ajakan teman yang cenderung menciptakan pemborosan.

9. Buat Anggaran

Pastinya Anda harus menyusun anggaran bisnis agar dapat membantu dalam melakukan pemantauan dan mengecek penghasilan dan pengeluaran tiap bulannya.

Anggaran yang dibuat harus berisikan pengeluaran untuk bisnis yang didalamnya ada biaya produksi, gaji karyawan, pemasaran dan lain-lain, lalu penghasilan yang diperoleh dari bisnis yang dijalankan serta laporan arus keuangan.

Anggaran milik Anda akan terus berubah, Jadi sangat perlu untuk memperbaharuinya secara berkala supaya mempunyai data yang akurat.

10. Bekerja Dari Rumah

Apabila Anda bekerja melalui online, seperti desain grafis, sebagai penulis konten, reseller produk, bekerja dari rumah tentu akan bisa lebih hemat pengeluaran. Apabila Anda melakukan pekerjaan sambil nongkrong di restoran atau cafe, tentu Anda harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar jajanan, minuman dan sejenisnya. Selain itu untuk bisa sampai kesana Anda juga perlu membeli bensin kendaraan atau bahkan menggunakan ojol atau transportasi umum lainnya.