RollOgrady

Pinjaman dan Keuangan

Tenor Pinjaman

Kebutuhan manusia akan sebuah pinjaman atau kredit belakangan ini khususnya satu tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat signifikan, hal itu dipengaruhi oleh hadirnya pandemi virus corona yang berhasil membuat banyak sekali orang yang akhir mengalami kesusahan finansial. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang mencari opsi pinjaman dana ke beberapa tempat penyedia keuangan.

Akan tetapi, agar bisa memperoleh pinjaman ternyata tidak segampang yang kita bayangkan, apalagi sebagian orang yang ingin mengajukan pinjaman dana tidak mengetahui  tentang istilah yang ada di dalamnya.

Sangat penting bagi mereka agar bisa mengetahui banyak hal dan istilah terkait kredit atau pinjaman uang supaya terhindar akan resiko yang bisa menimpa apabila tidak mengetahui dengan jelas akan istilah yang ada.

Dari berbagai macam sebutan, terdapat satu istilah yang wajib kamu tahu ketika ingin mengajukan sebuah pinjaman dana yakni tenor. Untuk sebagian orang apalagi mereka yang sudah pernah melakukan pinjaman di bank atau di lembaga keuangan pasti sudah mengetahui tentang istilah ini, dan ada juga orang-orang yang mengetahui sedikit tapi tidak tahu sepenuhnya secara lengkap.

Maka dari itu, di bawah ini akan dibahas secara lengkap tentang istilah yang biasa dikenal dengan nama tenor yang menjadi salah satu kata yang sering digunakan dan menjadi bagian dari berlangsungnya proses peminjaman.

Tenor Memiliki Dua Kategori

Di dalam aturan pinjaman uang, tenor terbagi menjadi dua kategori atau dua golongan yakni menjadi tenor panjang dan tenor pendek. Lantas apa perbedaan dari kedua golongan tenor ini ? simak penjelasannya dibawah ini.

1. Pengertian Tenor Pendek Serta Keuntungan dan Kerugiannya

Tenor pendek di dalam dunia perkreditan adalah jangka waktu pelunasan cicilan pinjaman dana yang sudah ditetapkan dan disetujui dari pihak peminjam dan oleh pihak yang memberi pinjaman untuk kurun waktu yang pendek, umumnya lama masa tenor pendek tersebut mulai enam bulan sampai 24 bulan alias 2 tahun.

Seorang debitur yang sanggup atau yang mengajukan pilihan kredit dengan masa tenor yang pendek, dapat mengembalikan uang dengan jumlah pinjaman yang jika ditotalkan lebih rendah dibanding tenor panjang.

Akan tetapi, kekurangannya ada di jumlah angsuran yang wajib dilunasi setiap bulannya pasti tidak sedikit dan tentu jauh lebih besar bila dibandingkan dengan menggunakan tenor yang panjang. Tenor pendek memiliki jangka waktu untuk pembagian hutang lebih sedikit, membuat cicilan setiap bulannya menjadi besar.

2. Pengertian Tenor Panjang Serta Keuntungan dan Kerugiannya

Masa tenor panjang adalah jangka waktu pelunasan yang sudah disetujui bersama di awal peminjaman sama halnya dengan tenor pendek, namun pada prosesnya tenor panjang memberi waktu yang lama untuk pelunasan total hutang yang ada.

Umumnya jangka waktu pada tenor panjang sekitar 3 tahun hingga 5 tahun lamanya dan ini sering digunakan sebagai konsep dari kredit motor. Sementara jika mengajukan kredit rumah atau KPR akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi yaitu 15 tahun sampai 25 tahun.

Tenor panjang seperti ini biasanya sangat dipercaya oleh pihak bank untuk dimanfaatkan oleh para pekerja perusahaan yang memiliki gaji tetap, hal ini agar bisa meminimalisir adanya kredit macet atau gagal membayar.

Pemilihan tenor panjang juga sering dimanfaatkan oleh para debitur yang memiliki pendapatan pas-pasan, memilih tenor tersebut tentu mempunyai biaya cicila yang lebih rendah daripada menggunakan tenor pendek meski membutuhkan waktu yang lama untuk melunasinya.

Dengan begitu seseorang yang memiliki pendapatan yang standar dapat juga melakukan pinjaman meski jumlah pinjaman secara keseluruhan menjadi besar dari pada konsep tenor yang pendek. Hal tersebut dipengaruhi oleh bunga yang mesti dibayar selama angsuran akan berlangsung lebih banyak sebab jangka waktu pinjaman juga panjang.

Manfaat Tenor

Pada dasarnya tenor mempunyai manfaat dan peran besar pada proses melakukan pinjaman. Karena saat debitur menentukan pilihan tenor pinjaman yang akan diajukan, hal tersebut dapat menjadi sebuah tolak ukur ketika sudah menjalankan proses kredit.

Dengan begitu, semua bentuk kemungkinan yang dapat terjadi pada proses kredit, dapat terlihat ketika menentukan jangka waktu tenor yang akan diambil. Karena hal ini juga segala macam resiko yang dapat terjadi pada sistem pinjaman dapat diminimalisir dengan adanya pilihan tenor yang tersedia.

Faktor Penentu Tenor Pinjaman

Sesudah memahami apa saja bentuk dan manfaat sebuah tenor yang harus kamu ketahui yaitu faktor apa yang dapat menentukan pilihan tenor kredit. Tenor sendiri adalah jangka waktu angsuran dari pinjaman yang telah disepakati bersama antara peminjam dan pemberi pinjaman. 

Nah, maka dari itu ketika menentukan waktu tenor yang ditawarkan oleh kreditur ke peminjam terdapat beberapa faktor yang akan menjadi pertimbangan. Bisa dilihat dari gaji perbulan atau pemasukan perbulan, atau memiliki aset berharga yang akan dijadikan agunan dan lain sebagainya.